Home / Politics / Dimas Luanmase Desak Gubernur Maluku Cari Solusi Terkait Nasib Guru Honorer

Dimas Luanmase Desak Gubernur Maluku Cari Solusi Terkait Nasib Guru Honorer

Ambon, 15 September 2025,-Tokoh muda Maluku, Dimas Luanmase, meminta Gubernur Provinsi Maluku untuk segera turun tangan mencari solusi terkait nasib para guru honorer yang hingga kini belum terakomodir dalam kebijakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Menurutnya, persoalan ini sudah lama berlarut dan harus menjadi prioritas pemerintah daerah.

Dimas Luanmase yang juga merupakan Ketua Serikat Pekerja(SBSI) Provinsi Maluku menegaskan bahwa guru honorer telah memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan di Maluku, terutama di kabupaten dan kota yang tersebar di wilayah kepulauan. Dengan keterbatasan fasilitas dan gaji minim, mereka tetap berkomitmen untuk mendidik generasi muda tanpa pamrih. Namun, nasib mereka kerap diabaikan dalam kebijakan pengangkatan pegawai.

“Para guru honorer adalah pahlawan pendidikan yang selama bertahun-tahun mengabdi dengan penuh dedikasi. Sangat disayangkan bila mereka tidak mendapatkan ruang dalam kebijakan PPPK paruh waktu. Pemerintah daerah harus hadir memberikan keadilan,” ujar Dimas Luanmase.

Ia menilai bahwa Pemprov Maluku perlu segera melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) serta Kementerian PAN-RB. Dengan komunikasi intensif, diharapkan ada peluang formasi tambahan yang bisa mengakomodir para guru honorer yang selama ini terpinggirkan.

Selain itu, Dimas juga mendorong adanya kebijakan transisi di tingkat daerah, seperti pemberian insentif tambahan, subsidi transportasi, atau tunjangan khusus bagi guru honorer di wilayah terpencil. Menurutnya, langkah ini penting dilakukan sembari menunggu kepastian formasi PPPK.

Dimas mengingatkan bahwa lambannya penyelesaian masalah guru honorer dapat berdampak serius terhadap kualitas pendidikan di Maluku. Banyak guru honorer mulai kehilangan motivasi karena tidak ada kepastian status maupun peningkatan kesejahteraan. Bila dibiarkan, hal ini berpotensi mengurangi kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah daerah.

“Jika masalah ini tidak segera ditangani, maka pendidikan di Maluku akan semakin tertinggal dari daerah lain. Karena itu saya mendesak Gubernur Maluku untuk memberikan perhatian serius dan mengambil langkah nyata agar para guru honorer bisa mendapatkan kepastian dan keadilan,” pungkas Dimas.(TIM)


Post Views: 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *