Tangerang, FAKTA BERITA, –
3 Juli 2025, Tingginya biaya logistik nasional yang mencapai 23% dari Produk Domestik Bruto (PDB) terus menjadi batu sandungan bagi daya saing ekonomi Indonesia.
Dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia (±15%), Jepang (±10%), hingga China (±8%), efisiensi logistik Indonesia dinilai masih jauh tertinggal. Menyikapi tantangan ini, Citiasia Inc. menggandeng sejumlah mitra strategis menyelenggarakan Smart Logistics International Workshop bertajuk “Winning the Global Supply Chain through Smart Logistic Innovation”, sebagai bagian dari side-event Indo Build Tech 2025 di ICE BSD, Tangerang.
Bekerja sama dengan Ikatan Ahli Rantai Suplai Indonesia (IARSI), Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI), dan Institut STIAMI, acara ini bertujuan mempercepat transformasi sektor logistik nasional melalui pendekatan digital, kolaboratif, dan lintas sektoral.
Transformasi Digital Jadi Sorotan. CEO Citiasia, Fitrah R. Kautsar, membuka acara dengan pemaparan tajam tentang realitas sistem logistik nasional yang masih kompleks dan mahal. Ia menekankan pentingnya adopsi teknologi dan reformasi sistemik untuk menciptakan logistik yang efisien dan adaptif.
Dirjen Ekosistem Digital Kominfo RI, Dr. Edwin Hidayat Abdullah, dalam sambutannya menegaskan bahwa digitalisasi adalah pilar utama peningkatan daya saing rantai pasok global. Tanpa transformasi digital, Indonesia akan kesulitan mengejar negara-negara dengan efisiensi logistik yang lebih tinggi.
Talkshow Kolaborasi untuk Ekosistem Logistik Cerdas.Sesi talkshow yang dipandu oleh Glory Oyong (Kompas Gramedia) menghadirkan tokoh-tokoh terkemuka di bidangnya:
- Prof. Bahrullah Akbar menyoroti pentingnya digitalisasi sistem keuangan daerah lewat peran strategis BPD dalam mendukung pelaku logistik.
- Prof. Beniadi Setiawan menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas logistik sektoral melalui dashboard publik dan audit digital berbasis predictive analytics.
- Roland Permana dari INSA mengulas peluang dan hambatan digitalisasi pelayaran, serta perlunya sinkronisasi infrastruktur dan regulasi antar lembaga.
Sementara itu, dalam sesi terpisah yang dipandu Dr. Wahyudi Adiprasetyo, Dr. Prasabri Pesti mengungkap transformasi besar-besaran di tubuh PT Pos Indonesia. Perusahaan ini berhasil menggeser porsi logistik dalam bisnisnya dari 12% (2022) menjadi 41% (2024), dengan layanan yang kini mencakup logistik end-to-end dan teknologi inovatif.
Menuju Smart Logistics Nasional. Citiasia memperkenalkan visi Smart City for Smart Logistics sebagai solusi masa depan, yang menggabungkan empat pilar utama yaitu Smart Governance, Smart Economy, Smart Living, dan Smart Environment. Teknologi seperti IoT, Blockchain, Digital Twin Logistics, dan AI dirancang menjadi tulang punggung sistem logistik yang efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Salah satu rekomendasi strategis dari workshop ini adalah pembentukan Badan Khusus Logistik Nasional, yang bersifat lintas sektoral dan fokus pada akselerasi transformasi digital logistik tanpa tumpang tindih birokrasi.
Antusiasme Tinggi, Kolaborasi Pentahelix. Dengan kehadiran peserta dari pemerintah, akademisi, pelaku industri, hingga komunitas, acara ini mencerminkan semangat kolaborasi pentahelix dalam menciptakan ekosistem logistik cerdas dan inklusif. Citiasia menegaskan komitmennya untuk terus menjadi penggerak utama dalam membangun fondasi logistik nasional yang kuat, berbasis teknologi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di masa depan.(**)
(Azzahra Purwandari)
Post Views: 1,005










